Panduan

Cara Menjadi Penulis: Panduan untuk Pemula

Menjadi penulis tidak dimulai dari gelar atau penghargaan, melainkan dari kebiasaan menulis. Banyak orang ingin menulis cerpen, esai, atau artikel, tetapi berhenti di halaman kosong. Pertanyaan yang paling sering muncul sederhana: mulai dari mana, dan ke mana karya itu dikirim?

Panduan ini membahas langkah awal yang realistis, dari membangun rutinitas, mengenali jenis tulisan, sampai membiarkan orang lain membaca karyamu. Materi pendukungnya tersedia gratis di Akademi Penerbitan Majalah Digital.

Mulailah dengan kebiasaan, bukan menunggu ilham

Penulis yang produktif jarang menunggu ilham. Mereka menulis pada jam tertentu, walau hanya lima belas menit. Pilih waktu yang paling mudah kamu jaga, misalnya setelah salat subuh atau sebelum tidur, lalu tulis tanpa menyunting dulu.

Target kecil lebih efektif daripada target besar. Seratus kata setiap hari akan menghasilkan lebih banyak tulisan daripada niat menulis sebuah novel yang tak kunjung dimulai.

Kebiasaan juga tumbuh dari lingkungan. Bergabunglah dengan komunitas menulis, kelompok baca, atau ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah dan kampusmu. Berada di antara orang yang sama-sama menulis membuatmu lebih disiplin dan memberimu pembaca pertama yang dapat dipercaya.

Mengatasi buntu menulis dan takut halaman kosong

Rasa takut pada halaman kosong dialami hampir semua penulis. Penyebabnya sering kali tuntutan agar draf pertama langsung bagus. Padahal draf pertama hanyalah bahan mentah yang akan diperbaiki kemudian.

Pelajaran mengatasi takut halaman kosong dan buntu menulis memberi teknik praktis untuk keluar dari kebuntuan. Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Tulis bebas selama sepuluh menit tanpa berhenti dan tanpa mengoreksi.
  • Mulai dari bagian yang paling kamu kuasai, tidak harus dari paragraf pembuka.
  • Pisahkan waktu menulis dan waktu menyunting.
  • Catat ide kecil dalam buku atau ponsel sepanjang hari.

Kenali jenis tulisan: artikel, esai, cerpen, dan puisi

Setiap jenis tulisan punya aturan main sendiri. Artikel majalah menyampaikan informasi atau sudut pandang dengan struktur yang jelas. Esai lebih personal dan reflektif. Cerpen dan puisi bertumpu pada rasa, bahasa, dan citraan.

Pelajaran cara menulis artikel majalah menjelaskan unsur-unsur artikel, sedangkan pelajaran cara menulis esai di majalah menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi bisa diolah menjadi tulisan yang kuat. Dengan mencoba beberapa bentuk, kamu akan tahu mana yang paling cocok dengan suaramu.

Mulailah dari bentuk yang terasa paling dekat. Jika kamu suka bercerita, coba cerpen. Jika kamu suka merenung, tulislah esai pendek tentang pengalaman sehari-hari. Jika kamu suka menjelaskan sesuatu kepada orang lain, artikel mungkin cocok untukmu. Tidak ada urutan yang wajib diikuti.

Perhatikan pula pilihan bahasa. Tulisan untuk majalah sekolah boleh santai, sedangkan artikel untuk terbitan resmi sebaiknya memakai bahasa Indonesia yang baku dan ejaan yang benar. Menyesuaikan gaya dengan pembaca adalah bagian dari keterampilan penulis.

Membaca banyak, lalu menyunting tulisanmu sendiri

Penulis yang baik adalah pembaca yang tekun. Baca majalah, kumpulan cerpen, dan esai, lalu perhatikan bagaimana penulisnya membuka tulisan, mengatur alur, dan menutupnya. Jangan meniru kalimatnya, tetapi pelajari caranya.

Setelah menulis, endapkan tulisanmu satu atau dua hari. Bacalah ulang dengan suara keras untuk menemukan kalimat yang kaku, ejaan yang keliru, atau bagian yang bertele-tele. Menyunting adalah separuh dari pekerjaan menulis.

Kritik dari orang lain juga bagian dari proses. Dengarkan masukan dengan kepala dingin, pilih yang memang memperbaiki tulisanmu, dan abaikan yang tidak sesuai dengan tujuanmu. Seiring waktu, kamu akan lebih mudah membedakan keduanya.

Membagikan karya: dari teman sampai majalah

Karya yang hanya tersimpan di laptop tidak akan mendapat umpan balik. Mulailah dengan membagikannya kepada teman, guru, atau komunitas menulis, lalu beranikan diri mengirimkannya ke majalah.

Di akademi ini tersedia fitur kirim karyamu ke majalah untuk puisi, cerpen, esai, dan ilustrasi. Perlu diingat bahwa pengiriman tidak menjamin karya dimuat; keputusan ada pada redaksi masing-masing majalah. Untuk melihat contoh majalah yang sudah terbit, buka etalase majalah.

Menerbitkan tulisan di majalah juga melatih kebiasaan profesional: memenuhi tenggat, mengikuti ketentuan, dan menerima keputusan redaksi dengan lapang dada. Kebiasaan ini akan berguna ke mana pun tulisanmu nantinya dikirim.

Terakhir, simpan semua tulisanmu dalam satu folder rapi. Dari waktu ke waktu, baca kembali karya lama dan lihat perkembanganmu. Kemajuan menulis sering terasa lambat saat dijalani, tetapi tampak jelas ketika kamu membandingkan tulisan hari ini dengan tulisan beberapa bulan lalu.

Belajar terstruktur lewat akademi gratis

Jika kamu ingin belajar secara runtut, Akademi Penerbitan Majalah Digital menyediakan lima tingkat dengan 154 pelajaran yang bisa dipelajari dengan kecepatanmu sendiri. Di akhir, kamu mengerjakan proyek akhir (capstone) dan ujian untuk memperoleh sertifikat.

Selain menulis, kamu juga memahami bagaimana majalah bekerja, sehingga tulisanmu lebih mudah diterima redaksi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah saya harus kuliah sastra untuk menjadi penulis?

Tidak harus. Banyak penulis belajar dari membaca dan berlatih terus-menerus. Pendidikan formal bisa membantu, tetapi yang paling menentukan adalah kebiasaan menulis, kemauan menerima kritik, dan keberanian membagikan karya.

Bagaimana cara mengatasi buntu menulis?

Coba menulis bebas selama sepuluh menit tanpa mengoreksi, ganti tempat atau waktu menulis, atau mulai dari bagian yang paling mudah. Pisahkan juga proses menulis dari menyunting agar draf pertama tidak terasa menakutkan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi penulis?

Tidak ada patokan pasti. Kemajuan bergantung pada seberapa sering kamu menulis, membaca, dan menyunting. Dengan latihan teratur, kualitas tulisan biasanya meningkat bertahap. Fokus pada konsistensi, bukan kecepatan.

Ke mana saya bisa mengirim tulisan saya?

Kamu bisa mengirim karya ke majalah sekolah, majalah komunitas, atau majalah digital. Di akademi ini ada fitur pengiriman puisi, cerpen, esai, dan ilustrasi ke majalah. Pemuatan tetap bergantung pada keputusan redaksi.

Apakah belajar menulis di akademi ini berbayar?

Tidak. Seluruh pelajaran gratis dan bisa dipelajari secara daring dengan kecepatanmu sendiri, kapan saja dan di mana saja. Setelah menyelesaikan proyek akhir dan lulus ujian, kamu bisa memperoleh sertifikat akademi.

Mulai menulis dan terbitkan karyamu

Pelajari dasar-dasar menulis dan penerbitan majalah secara gratis, lalu kirim karyamu ke majalah. Langkah pertama bisa kamu ambil hari ini.

Mulai akademi gratis

Pelajaran terkait di akademi

Tautan terkait

Panduan lainnya